SULAWESI TENGAH — Prancis harus bersiap menghadapi Maroko tanpa jaminan kehadiran Aurelien Tchouameni di lini tengah. Gelandang berusia 26 tahun itu mengalami cedera otot paha dalam sesi latihan menjelang pertandingan melawan Paraguay akhir pekan lalu. Akibatnya, ia harus menepi saat Les Bleus menang tipis 1-0 atas Paraguay.
Pelatih Didier Deschamps memberikan kabar terbaru soal kondisi pemainnya. “Kondisinya sudah lebih baik, tetapi saya meninggalkan hotel lebih awal pagi ini. Saya tidak bisa berkomentar lebih banyak. Dia mungkin akan ikut ambil bagian dalam sesi latihan hari ini. Semua pemain lainnya siap diturunkan,” ujar Deschamps seperti dikutip Reuters.
Selama turnamen berlangsung, Tchouameni menjadi andalan di lini tengah Prancis. Ia telah mengumpulkan 304 menit bermain dan mencatatkan satu assist. Angka itu menunjukkan perannya yang cukup vital dalam skema permainan Deschamps sejauh ini.
Tanpa Tchouameni, Prancis tak kehilangan banyak opsi. Deschamps masih memiliki tiga gelandang berpengalaman yang siap turun. N’Golo Kante, Manu Kone, dan Adrien Rabiot menjadi kandidat kuat untuk mengisi pos yang ditinggalkan pemain Real Madrid tersebut.
Kante, yang sempat diragukan kebugarannya sebelum turnamen, justru tampil konsisten di laga-laga sebelumnya. Sementara Rabiot dan Kone memberikan keseimbangan antara kreativitas dan daya gedor dari lini kedua.
Laga Prancis vs Maroko dijadwalkan kickoff pukul 03.00 WIB di Stadion Boston. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi juara bertahan Piala Dunia 2022, terutama jika harus kehilangan salah satu pilar di sektor tengah. Maroko sendiri dikenal memiliki lini tengah yang solid dan transisi cepat.
Keputusan final soal Tchouameni baru akan diketahui setelah sesi latihan terakhir. Deschamps kemungkinan tidak mau mengambil risiko jika kondisi pemainnya belum benar-benar pulih seratus persen.