SULAWESI TENGAH — Kekalahan 1-0 dari Spanyol di babak gugur menjadi titik akhir perjalanan Martinez yang menjabat sejak Januari 2023. Dalam pernyataan resmi, FPF mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja dengan pelatih asal Spanyol berusia 52 tahun itu beserta seluruh staf kepelatihannya.
"Saya datang ke Portugal dengan tujuan memenangkan Piala Dunia. Karena saya belum berhasil, tidak masuk akal untuk melanjutkan. Kontrak saya berakhir hari ini," ujar Martinez usai laga kontra Spanyol.
Padahal, di bawah asuhannya, Portugal sempat menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai UEFA Nations League 2025. Namun kegagalan di Euro 2024—tersingkir di perempat final lewat adu penalti melawan Prancis—dan Piala Dunia 2026 membuat posisinya tak bisa dipertahankan.
Di fase grup, Portugal finis sebagai runner-up setelah bermain imbang melawan Kolombia dan DR Kongo, serta menghajar Uzbekistan 5-0. Selecao das Quinas kemudian melewati babak 32 besar dengan menekuk Kroasia, sebelum akhirnya kandas di tangan Spanyol pada 16 besar.
Salah satu sorotan tajam selama dua turnamen besar terakhir adalah keputusan Martinez yang konsisten menurunkan Cristiano Ronaldo sebagai starter. Bomber berusia 41 tahun itu disebut menjadi prioritas utama meski performa tim dinilai kurang maksimal.
Pengamat BBC, Chris Sutton, bahkan menuding Martinez "memanjakan" Ronaldo. Kritik ini kian menguat setelah Portugal gagal total di Piala Dunia 2026, turnamen yang seharusnya menjadi panggung pamungkas bagi megabintang Al Nassr tersebut.
FPF menyatakan telah memulai proses pencarian suksesor Martinez. "Kami bertujuan untuk terus mempromosikan ambisi dan budaya kemenangan di dalam tim nasional," demikian bunyi pernyataan federasi.
Nama-nama pelatih top Eropa mulai dikaitkan dengan kursi panas Portugal, yang kini harus segera bangkit untuk kualifikasi Piala Eropa 2028. Siapa pun penggantinya, tantangan terbesar adalah memaksimalkan skuad emas Portugal yang masih dihuni pemain-pemain kelas dunia.